Tampilkan postingan dengan label Islamic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islamic. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Juni 2011

Tanda-tanda kebahagiaan dan kecelakaan

Tanda-tanda kebahagiaan
Tanda-tanda kebahagiaan itu ada sebelas perkara, diantaranya adalah :
1. Zuhud terhadap dunia dan cinta kepada akhirat
2. Senantiasa ingin beribadah dan membaca Al-Qur’an
3. Sedikit bicara tentang hal yang tidak perlu
4. Senantiasa memelihara shalat yang lima waktu
5. Bersikat Wara’ terhadap barang haram maupun syubhat, sedikit atau banyak
6. Bersahabat dengan orang yang baik-baik
7. Berlaku tawadhu’ dan tidak sombong
8. Dermawan lagi pemurah
9. Belas kasih terhadap sesama mahluk hidup
10. Menjadi orang yang bermanfaat bagi semua mahluk
11. Banayk mengingat kematian
Adapun tanda-tanda kecelakaan juga ada sebelas, diantaranya adalah :
1. Rakus mengumpulkan harta
2. Hanya ingin memperturutkan syahwat dan keenakan dunia
3. Ucapan kotor dan suka menggunjing orang lain
4. Meremehkan shalat yang lima waktu
5. Bergaul denga orang-orang yang durhaka
6. Buruk budi pekertinya
7. Berlaku congkak lagi sombong
8. Menolak manfaat dari sesama manusia
9. Sedikit belas kasihnya terhadap orang-orang yang beriman
10. Kikir
11. Tidak ingin mati, yakni bahwasanya apabila seseorang ingat akan mati, maka dia takkan menolak memberi makan dan belas kasih terhadap sesama muslim, baik laki-laki maupun perempuan.


By Insan Al Faqir

Berpelesir Ketaman Firdaus

Duka nestapa adalah sesuatu yang pasti. Ia senantiasa datang dan pergi dari qolbu manusia. Begitupun perasaan suka, ia adalah bagian dari romantika kehidupan. Duka akan melahirkan perasaan gundah gulana, sengsara bahkan penderitaan yang berkepanjangan.
Kendati demikian, sebagai mahluk yang berpikir rasional, penderitaan yang menimpa kita bukan untuk disesali ataupun ditangisi, tetapi harus dicarikan jalan keluar agar segera menghilang dan berlalu dari kehidupan kita. Bagi seorang yang beriman, obatnya adalah dzikrullah, sebagai mana firman Allah Swt : “Ingatlah bahwa dengan dzikir kepada Allah Swt, Qalbu manusia akan menjadi tentram” (Qs.Ar-Ra’du,28).
Secara umum, dzikir dibagi menjadi dua bagian yaitu dzikrul qalbi dan dzikrul lisan.
Adapun dzikir yang pertama dapat kita artikan dan kita pahami sebagai sebuah kemantapan qalbu untuk mengingat atau menyebut Asma Allah Swt, sedang dzikir yang kedua memiliki arti melafalkan atau membaca do’a - do’a yang sesuai dengan tuntunan Nabi Saw baik berupa tasybih, tahlil, istigfar, ataupun shalawat.
Dzikir juga bida dimplemetasikan dalam bentuk usaha memperluas wawasan dan memperkaya ilmu pengetahuan termasuk juga memandang seraya menikmati keindahan alam. Akan tetapi kita juga bisa mengaplikasikannya dalam membaca tanda-tanda kemarahan zaman sehingga kita semakin takut akan adzab (murka) Allah Swt.
Jadi, begitu luasnya konsep dzikir, namun ujung-ujungnya dari semua itu adalah hanya untuk mendekatkan ridi kepada Allah Swt. Orang yang menghindar dari dzikir, hidupnya akan selalu mengalami kegelisahan dan terjepit dalam kehidupan yang sempit.
Allah Swt berfirman : “Barang siapa yang berpaling dari ingat kepada-Ku (Dzikir), maka baginya penghidupan yang sempit dan kami akan menghimpunnya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (QS.Thaha,124).
Nabi saw menganjurkan agar kita selalu datang kemajlis dzikir, tempat dimana orang berkumpul untuk menyebut Asma Allah Swt dan mengagungkan-Nya. Bahkan lebih dari itu, jikalau kita bergabung dengan orang yang melakukan dzikir sama artinya kita berplesir ke taman Firdaus, sebagaiman sabda beliau : “Apabila engkau bertemu dengan taman firdaus hendaklah engkau singgah disana. “sahabat bertanya : “apakah taman firdaus itu ya Rasulallah ? “Yaitu orang yang berkumpul dalam rangka berdzikir kepada Allah Swt”. (HR, Ahmad).



By : Insan Al-Faqir

Selasa, 21 Juni 2011

Keutamaan Tarawih Di Bulan Ramadhan

Bersumber dari Ali Bin Abi Thalib Ra, bahwa dia berkata: “Nabi Saw di tanya tentang keutamaan-keutamaan Tarawih di bulan Ramadhan maka beliau bersabda :

1. Orang mukmin keluar dari dosanya pada malam pertama, seperti saat ia dilahirkan ibunya.
2. Pada malam kedua, ia diampuni dan juga kedua orang tuanya jika keduanya mukmin.
3. Dan pada malam ketiga, seorang malaikat berseru dibawah ‘Arsy: “Mulailah beramal, semoga Allah mengampunimu dosamu yang telah lewat”.
4. Pada malam keempat, dia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan.
5. Pada malam kelima, Allah Swt memberinya seperti pahalanya orang yang shalat di Masjidil Haram, Masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.
6. Pada malam keenam, Allah Swt memberinya pahala orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.
7. Pada malam ketujuh, seolah-olah ia mencapai derajat Nabi Musa As, dan kemenangan atas fir’aun dan haman.
8. Pada malam kedelapan, Allah Swt memberinya apa yang pernah diberikan kepada Nabi Ibrahim As.
9. Pada malam kesembilan, seolah-olah ia menyembah Allah Swt sebagaimana ibadah Nabi Muhammad Saw.
10. Pada malam kesepuluh, Allah Swt mengaruniai dia kebaikan dunia dan akhirat.
11. Pada malam kesebelas, ia keluar dari dunia seperti ia saat dilahirkan dari perut ibunya.
12. Pada malam kedua belas, ia datang pada hari kiamat sedang wajahnya bagaikan bulan dimalam purnama.
13. Pada malam ketiga belas, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap keburukan.
14. Pada malam keempat belas, para malaikat datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa ia telah melakukan shalat tarawih, maka Allah tidak menghisabnya pada hari kiamat.
15. Pada malam kelima belas, ia di do’akan para malaikat dan para penanggung ‘Arsy dan Kursi
16. Pada malam keenam belas, Allah menetapkan baginya kebebasab untuk selamat dari neraka dan kebebasan masuk dalam surga.
17. Pada malam ketujuh belas, ia diberi seperti pahala para Nabi.
18. Pada malam kedelapan belas, seorang malaikat menyeru: “Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah ridho kepadamu, dan kepada ibu-bapakmu”.
19. Pada malam kesembilan belas, Allah mengangkat derajat-derajatnya dalam surga firdaus.
20. Pada malam kedua puluh, Allah memberi pahala para syuhada’ dan para shalihin.
21. Pada malam kedua puluh satu, Allah membangun untuknya sebuah gedung dari cahaya.
22. Pada malam kedua puluh dua, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan.
23. Pada malam kedua puluh tiga, Allah membangun untuknya sebuah kota dalam surga.
24. Pada malam kedua puluh empat, ia memperoleh dua puluh empat do’a yang dikabulkan.
25. Pada malam kedua puluh lima, Allah menghapuskan darinya azab kubur.
26. Pada malam kedua puluh enam, Allah mengangkat pahalanya selama empat puluh tahun.
27. Pada malam kedua puluh tujuh, ia dapat melewati shirath pada hari kiamat bagaikan kilat yang menyambar.
28. Pada malam kedua puluh delapan, Allah mengangkat baginya seribu derajat dalam surga.
29. Pada malam kedua puluh sembilan, Allah memberinya pahala seribu haji yang diterima.
30. Pada malam ketiga puluh, Allah berfirman :” Hai hamba-Ku, makanlah buah-buahn surga, mandilah dari air Salsabil, dan m inumlah dari Kautsar. Akulah Tuhanmu dan engkaulah hamba-Ku.”

Senin, 20 Juni 2011

Wasiat Rohaniah


Dalam wasiat allah Swt yang dirurunkan melalui beberapa hadist qudsi dengan beberapa periwayatan yang shahih, yang diriwayatkan dari Rasulullah Saw adalah sebagai berikut :

“Wahai hamba-hamba Ku..........! sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezaliman kepada diri-Ku, dan Aku menjadikannya haram diantara kamu sekalian kepada-Ku, niscaya Aku akan Menunjukkan kepadamu sekalian.”

“Wahai hamba-hamba-Ku .........! kamu sekalian adalah tersesat, kecuali orang-orang yang Aku tunjukkan, maka mohon petunjuklah kamu sekalian kepada-Ku, niscaya Aku akan menunjukkan kepadamu sekalian.”

“Wahai hamba-hamba-Ku.......! sesungguhnya kamu sekalian adalah kelaparan, kecuali orang-orang yang Aku berikan makan, maka mintalah makan kamu sekalian kepada-Ku, niscaya Aku akan memberikan makan kepadamu sekalian.”

“Wahai hamba-hamba-Ku............! sesungguhnya kamu sekalian adalah bugil, kecuali orang-orang yang Aku beri pakaian, maka mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya Aku akan memberikan pakaian kepada mu sekalian.”

“Wahai hamba-hamba-Ku....! sesungguhnya kamu sekalian siang-malam adalah berdosa, dan sesungguhnya Aku mengampuni semua dosa, maka mohonlah ampun kamu sekalian kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampuni kamu sekalian.”

“Wahai hamba-hamba-Ku.....! sesungguhnya kamu sekalian tidak dapat memberikan manfaat kepada-Ku, maka mohonlah kemanfaatan dari-Ku, dan kamu sekalian tidak akan dapat memberikan mudarat kepada-Ku, maka mohonlah perlindungan mudarat dari-Ku.”

“Wahai hamba-hamba-Ku....! jikalau ada generasi penerus awal dan akhir kamu sekalian, baik manusia atau jin, sebagai mahluk yang paling berhati takwa diantara kamu sekalian, maka semua itu tidak akan menambah sesuatu pun dari kekuasaan-Ku.”

“Wahai hamba-hamba-Ku..........! jikalau ada generasi penerus awal dan akhir kamu sekalian, baik manusia atau jin berdiri diatas satu dataran, kemidian memohon kepada-Ku, maka Aku akan memberikan semua permintaannya, semua itu tidak mengurangi apapun yang ada pada-Ku, kecuali sebagai mana menguranginya benang ketika di benamkan kedalam laut.”

“Wahai hamba-hamba-Ku..........! andai saja generasi penerus yang awal dan akhir kamu sekalian, baik dari manusia ataupun jin, kesemuanya berkumpul dalam satu tempat untuk meminta keperluan masing-masing kepada-Ku, lalu Aku mengabulkannya, maka yang demikian itu tidak mengurangi sesuatu yang Aku miliki, kecuali sebagaimana tetesan dari jarum yang dimasukkan kelaut. Wahai hamba-hamba-Ku.....! sesungguhnya amal-amalmu sekalian adalah perhitunganmu, kemudian Akupun menepatinya kepadamu sekalian . Barang siapa menemukan kebajikan, maka bersyukurlah kepada Allah, barang siapa menemukan selain kebajikan, maka ia tidak selesai-selesai kecuali memaki pada dirinya sendiri.”

Orang yang berakal adalah orang yang mempunyai 4 waktu :
1. Waktu untuk munajat (berlindung) kepada Tuhannya.
2. Waktu untuk merenungkan dirinya
3. Waktu untuk berbagi rasa dengan sesamanya, yaitu orang yang dapat menunjukkan kekurangan pribadinya
4. Waktu khusus di peruntukkan bagi kepentingan pribadi dan syahwatnya, yaitu hal-hal yang mubbah

Visit the Site
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger templates