Senin, 20 Juni 2011

Wafatnya Nabi Muhammad Saw.

Bismillahir rahmaanir rahim.
Al-yauma akmaltu lakum diinakum wa atmamtu ‘alaikum ni’matii wa radhiitu lakumul islaamadiinan.
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang
“Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam jadi agama bagimu.” (QS. Al-Maidah : 3)

Tafsir :
(Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu) dengan pertolongan dan dimenangkan atas agama-agama lain seluruhnya, atau dengan ditetapkan dasar-dasar akidah dan ditentukannya prinsip-prinsip syari’at dan aturan.
(Dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku) dengan petunjuk dan taufik, atau dengan disempurnakannya agama, atau dengan terbukanya kota Makkah dan dihancurkannya tonggak kejahiliahan.
(Dan telah Aku ridhai islam) telah Aku pilih islam bagimu (menjadi agama) diantara agama-agama lain, dan itulah agama benar di sisi Allah Swt, yg lain tidak. (Qadhi Baidhawi)
Diriwayatkan dari Nabi Saw bahwa beliau bersabda :
Qaala lii jibraa-ilu : Ya Muhammadu innallaha ta’aalaa khalaqa baharan min waraa’i jabali Qaafin wafil bahri samakun yushallii ‘alaika faman akhdza minhu samakatan yabisat yadaahu wa tashiruss samakatu min jumlatil ahjaari.
“Jibril berkata kepada ku: “ya muhammad saw, sesungguhnya Allah Swt telah menciptakan sebuah lautan disebrang gunung Qaf. Di laut itu terdapat iakan yang bersholawat kepadamu. Maka barang siapa mengambil seekor ikan dari laut itu, maka kedua tangannya akan layu, sedang ikan itu akan tergolong batu-batu”.
Hadist ini menunjukkan, bahwa apabila seseorang bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw dan malaksanakan shalat lima waktu berjama’ah, maka dia akan selamat dari malaikat Zabaniah dan dari azab neraka.
Diriwayatkan bahwa setelah turunnya ayat ini menangislah Umar ra, maka berkatalah Nabi Saw: “mengapa kau menanigs wahai Umar.....?”
Jawabnya : ”aku menangis, karena dulu kita senantiasa ditambahi agama kita. Dan apabila agama kita telah sempurna, maka sesungguhnya tidak ada suatu apapun yang telah sempurna kecuali berkurang”.
Maka jawab Nabi : “kau benar”. (Abus su’ud).
Dan telah diriwayatkan pula, bahwa ayat ini di turunkan sesudah Ashar pada hari jum’at di Arafah, dikala haji Wada’, sedang Nabi berwukuf di Arafah di atas seekor unta. Dan setelah ayat ini tidak turun lagi satupun kefardhuan. Ketika turunnya ayat ini Nabi Saw tidak kuat menanggung makna-maknanya. Maka beliau bersandar pada untanya, sehingga unta itupun mendekam, maka turunlah Jibril As, lalu berkata : “Ya Muhammad bahwasannya pada hari ini selesailah sudah urusan agamamu, dan berhentilah apa yang di perintahkan Tuhan mu dan apa yang Ia larang terhadapmu. Maka kumpulkanlah sahabat-sahabatmu dan beritahukan kepadanya bahwa aku takkan turun lagi sesudah ini kepadamu”.
Maka pulanglah Nabi Saw dari makkah ke madinah. Lalu beliau kumpulkan para sahabatnya, dan beliau bacakan ayat tersebut kepada mereka, lalu beliau beritahukan kepadanya apa yang telah di katakan Jibril As. Maka para sahabatnya gembira seraya mengatakan : “Sesungguhnya telah sempurna agama kita” selain Abu bakar RA. Adapun dia, benar-benar sedih, lau datang kerumahnya dan ditutup pintunya, lalu tenggelam dalam tangis sinag dan malam. Hal itu akhirnya di dengar para sahabat yang lain, maka mereka pun berkumpul lalu datang kerumah Abu bakar Ra, dan berkata : “ Hai Abu bakar, kenapakah anda menangis saat bergembira dan bersuka ria, di karenakan Allah Swt telah menyempurnakan agama kita ?..............
Jawab Abu bakar Ra : “Hai sahabat-sahabat ku, kalian tidak tahu musibah apa yang menimpamu. Tidakkah kalian mendengar, bahwasannya apabila suatu perkara telah sempurna, maka mulailah ia berkurang. Dan ayat ini memberitahukan tentang perpisahan kita, tntang Al-Hasan dan Al-Husain yang menjadi yatim, dan istri-istri nabi yang akan menjadi janda. Maka terdengarlah jeritan diantara para sahabatnya itu, dan mereka menangis semua. Lalu yang lain mendengar suara tangisan itu dari kamar Abu Bakar Ra, lalu mereka datang kepada Nabi Saw, seraya berkata : “Ya Rasulallah kami tidak tahu akan hal para sahabat-sahabat itu. Hanya saja kami mendengar suara tangisan dan jerit mereka”.
Maka berubahlah roman Nabi Saw, hingga cepat-cepat bangkit dan sampailah beliau kepada para sahabat-sahabatnya itu, dimana beliau melihat mereka dalam keadaan seperti itu. Maka tanya beliau : “Kenapakah kalian menangis?.....................”
Ali Ra menjawab : ”Sesungguhnya Abu bakar berkata : ”sesungguhnya aku mendengar dari ayat ini bau wafat Rasulullah Saw, lantas benarkah ayat ini menunjukkan wafat mu wahai Rasulullah ?...........
Jawab Nabi Saw: “Benarlah apa yang dikatakan Abu bakar itu. Sesungguhnya telah dekat kepergianku dari sisimu, dan telah tiba saat perpisahan ku dengan mu”.
Dan hal ini juga telah menunjukkan, bahwa beliau adalah sahabat yang paling alim.
Tatkala Abu bakar mendengar itu, maka menjeritlah ia keras-keras lalu tersungkur tidak tersadarkan diri, sedang Ali gemetar, sementara sahabat-sahabat lainnya terguncang ,takut semuanya danmenangis hebat, sehingga ikut menangis pulalah gunung-gunung dan batu-batu bersama mereka, serta malaikat-malaikta di langit. Dan ikut menangis pulalah cacing-cacing dan binatang di hutan-hutan da lautan.
Selanjutnya Nabi Saw bersalaman dengan sahabat-sahabatnya satu persatu, berpamitan dengan mereka, maka menangislah seraya berwasiat kepadanya . Kemudian Nabi Saw masih sempat hidup setelah turun ayat ini selama delapan puluh satu hari. Dan ada pula yang mengatakan setelah turunnya firman Allah Swt :
Yastaftuunaka qulillahu yuftiikum fil-kalaalati.
“Mereka meminta fatwa kepadamu, katakanlah, “ Allah memberi fatwa kepadamu tentang kekalahan................”
Beliau Saw masih sempat hidup sesudah itu selama 50 hari. Dan tatkala turunnya firman Allah swt :
Laqad jaa-akum rasulun min anfusikum.
“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri”.
Setelah itu beliau masih sempat hidup selama 35 hari. Dan tatkala turunnya Firman Allah Swt :
Wattaqqu yauman turja’uuna fiihi ilallahi.
“Dan peliharalah dirimu dari (azab pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah........”
Sesudah itu beliau masih hidup selama dua 21 hari. Dan ayat ini adalah ayat Alqur’an yang terakhir kali diturunkan.Dan sesudah turunnya ayat ini Rasulullah Saw suatu hari naik mimbar, lalu menyampaikan sebuat kuthbah yang mengakibatkan menangisnya semua mata, takutnya semua hati, dan menggigilnya semua badan orang. Beliau menyampaikan kabar gembira dan peringatan.
Dan diriwayatkan dari Ibnu Abbas Ra, bahwasanya tatkala mendekati wafatnya nabi Saw, beliau menyuruh bilal supaya menyeru orang untuk shalat . Maka bilal pun menyeru, dan berkumpulah para sahabat Muhajirin dan Anshar ke masjid rasulullah saw, beliau melakukan dua raka’at shalat yang ringan bersama para sahabat. Kemudian naiklah beliau ke mimbar, lalu memuja Allah dan kepadanya, dan disampaikanlah olehnya suatu khutbah yang menyentuh hati, yang karenanya semua hati siapapun merasa takut dan mata siapapun menangis.
Kemudian sabda beliau kepadanya :
“Hai sekalian kaum muslimin, sesungguhnya aku adalah seorang nabi, penasehat dan penyerumu kepada Allah swt, dengan izinNya. Dan aku, bagimu sekalian, bagai seorang saudara yang belas kasih atau ayah yang penyayang. Barang siapa yang teraniaya olehku, maka hendaklah ia berdiri dan membalas kepadaku sebelum adanya pembalasan di hari kiamat”.
Namun tidak seorang pun yang berdiri menuju belia, sehingga belia berkata kedua-ketiga kali. Maka bangkitlah seorang laki-laki benama Ukasyah bin muhshan. Dia berdiri di depan nabi, lalu berkata : “ Aku tebus engkau denga ayah ibuku, Ya Rasulallah, seraya engkau tidak menyeru kepada kami berkali-kali, niscaya aku takkan berani melakukan hal itu sedikitpun. Sesungguhnya aku pernah menyertaimu di perang Badar. Untaku berdekatan dengan untamu, lalu aku turun dan mendekati engkau, sehingga aku mencium pahamu. Maka engkaupun mengangkat tongkatmu yang digunakan untuk memukul unta supaya berjalan cepat, namun dengan tongkatmu itu engkau telah memukul pingggangku. Aku tidak tahu apakah engkau sengaja , ya Rasulallah, apakah engkau bermaksud memukul untamu?..............”
Bilal keluar masjid, sedang tangannya berada diatas kepalanya seraya berkata : “Ini rasulullah menyerahkan dirinya di qishash”.
Bilal mengetuk pintu fatimah, maka kata fatimah : siapa di pintu?....
Jawab bilal : “Aku datang kepadamu untuk mengambil tongkat Rasulullah.”
Fatimah bertanya : “Hai bilal, apa yang hendak dilakukan ayahku dengan tongkat itu”?........
Jawab bilal : “Hai fatimah, sesungguhnya ayahmu mempersilahkan dirinya di qhishas”
Fatimahberkata : hai bilal siapa yang sampai hati mengqishash rasulillah?............
Dan diambillah tongkat oleh bilal itu, lalu masuk masjid dan menyerahkan tongkat itu kepada Rasulullah, sedang rasulullah menyerahkannya kepada Ukasyah.
Tatkala abubakar dan umar menyaksikan hal itu, maka keduanya bangkit lalu berkata : “Hai ukasyah, kami ada di depan mu, maka qhisashlah kami, dan jangan kamu qishash nabi saw”.
Namun Rasulullah bersabda : “Duduklah kalian, sesungguhnya Allah swt mengetahui kedudukan kalian. “
Ali Ra, pun bangkit lalu berkata : “Hai uksyah, selama hidup aku berada dihadapan Nabi, tidak sampai hati ku mengqhishash Rasulullah, inilah pinggangku dan perutku, qhishashlah aku dengan tangan mu dan deralah aku dengan tanganmu.”
Rasulullah saw bersabda : “hai ali, Allah telah mengetahui kedudukan dan niatmu.”
Selanjutnya hhasan dan husain bangkit lalu berkata : “Hai ukasyah, tidakkah kamu mengenal kami, bahwa kami adalah cucu Rasulullah saw, dan qhishash terhadap kami sama dengan qishash terhadap Rasulullah saw, “?.............
Nabi saw pun berkata : “ Duduklah wahai kedua bola mataku, “Kemudian pula sabda Nabi saw: Hai ukasyah pukullah aku, kalau engkau hendak memukul,”
Ukasyah menjawab : “Yarasulallah saw : engkau telah memukul aku dalam keadaan tidak berbaju,” maka Rasulullah saw melepaskan baju. Tiba-tiba kaum muslimin menjerit-jerit dan menangis . Dan tatkala Ukasyah melihat kepada tubuh Rasul yang putih, diapun mendekap dan mencium puunggung Rasulullah seraya berkata : “ aku tebus engkau dengan nyawaku, ya Rasulullah. Siapakah yang akan sampai hati mengqishash engkau, ya Rasulullah !..............
Sesungguhnya aku lakukan hal ini, tak lain karena berharap agar tubuhku bersentuhan dengan tubuhmu yang mulia, serta di peliharalah aku kiranya oleh tuhan ku, dengan kehormatan mu dari neraka.”
Maka sabda Nabi saw : “ketahuilah barang siapa inginj melihat penghuni surga, maka hendaklah melihat kepada orang ini,. Maka bangkitlah kaum muslimin, menciumi diantara kedua mata Ukasyah, seraya berkata :”beruntunglah engkau , engkau telah memperoleh derajat yang tinggi dan berteman dengan Muhammad saw dalam surga.
Ibnu Mas’ud berkata : “tatkala wafat nabi saw telah dekat, kami berkumpul dirumah ibu kita, Aisyah Ra. Kemudian Nabi memandang kepada kami, mmaka berlinanglah kedua matanya, lalu bersabda : “selamat datang semoga Allah mengasihi kalian. Aku berwasiat kepadamu sekalian, supaya bertaqwa dan ta’atb kepada Allah. Sesungguhnya telah dekat perpisahan dan telah hampir pulang kepada Allah Swt, dan kepada surga ma’wa. Maka hendaklah ali memandikan ku, al fadhal bin abbas yang mengucurkan air, dan usamah bin zaed membantu keduanya. Dan bungkuslah akun dengan pakaian-pakaian ku jika kalian mau, atau kain putih dari yaman. Apabila kalian telah memandikanku, taruhlah aku diatas dipanku dalam rumahku ini, dipinggir liangku. Kemudian keluarlah dariku sebentar, karena yang pertama kali menyalati aku adalah Allah Swt, barulah jibril, kemudian mikail, terus israfil, kemudian malaikat maut bersama tentaranya, dilanjutkan malaikat lainnya, sesudah itu masuklah kalian kedekatku, kelompok demi kelompok, lalu shalatilah aku.”
Tatkala mendengar perpisahan Nabi, mereka menjerit dan menangis, seraya berkata : “YaRasululllah, engkau adalah rasul kami, pemersatu kami dan pemimpin urusan kami. Jika engkau pergi, kepada siapakah kami kembali ?............
Rasulullah Saw menjawab : “Aku tinggalkan kalian semua dengan hujjah dan thariqah, yang putih, dan aku tinggalkan untukmu dua penasehat, yang bisa bicara dan yhang diam. Yang berbicara adalah Al-Qur’an, dan yang diam adalah maut. Apabila kalian mengalami urusan yang sulit, maka kembalilah pada Alqur’an dan assunah. Dan apabila hati kalian keras maka lunakanlah dengan memikirkan ihwal mati”.
Rasulullah menderita sakit pada akhir bulan shafar, beliau sakit sealam 18 hari, dimana orang-orang menjenguknya. Sakit yang membawanya mati mulai dari pusing yang beliau alami. Beliau dibangkitkan pada hari senin, juga meninggal dunia pada hari senin. Dan tatkala hari senin tiba, sakitnya menjadi berat. Maka bilal mengumandangkan adzan shubuh dan berdiri di pintu rasulullah , maka katanya : “Assalamu’alaika, ya Rasulullah !...........
Fatimah berkata : “Sesungguhnya Rasulullah tengah sibuk dengan dirinya, Maka bilal pun masuk masjid, dan tidak paham perkataan fatimah. Dan tatkala pagi mulai terang, bilal datang kedua kalinya dan berdiri di pintu Rasul, lalu berkata seperti tadi. Rasulullah mendengar suara bilal lalu bersabda : “Masuklah hai bilal, sesungguhnya aku sibuk dengan diriku dan tersa berat olehku sakitku ini. Hai bilal suruhlah Abubakar shalatb dengan orang-orang itu”.
Maka keluarlah bilal seraya menangis dan meletakkan tangan di atas kepala, sambil berseru : “oh bencana, putuslah harapan dan remuklah punggung. Oh andai aku tak pernah dii lahirkan oleh ibuku.” Bilal masuk masjid, lalu berkata :” Hai abubakar, sesungguhnya rasulullah menyuruh engkau shalat dengan orang-orang itu. Beliau sibuk dengan dirinya.”
Tatkala abuubakar melihat mihrab Rasulullah saw kosong dari beliau, dia tidak mampu mengendalikan dirinya, lalu menjerit keras-keras dan tersungkur tak sadarkan diri, sehingga kaum musliminpun gaduh karenanya. Nabi saw mendengar kegaduhan itu lalu berkata : “Ya fatimah, teriakan dan kegaduhan apakah itu ?”............
Fatimah menjawab : Kaum muslimin gaduh, karena mereka kehilangan engkau.”
Rasulullah memanggil Ali ra. Dan al fadhal bin abbas, dan dengan bersandar kepada keduanya beliau keluar ke masjid dan shalat bersama mereka dua raka’at fajar pada hari senin itu., kemudian memalingkan wajahnya kepada orang-orang itu, lalu bersabda : “Hai sekalian kaum muslimin, kalian semua berada dalam titipan Allah swt dan perlindungannya. Senantiasalah kamu bertakwa dan taat kepada Allah swt.
Sesungguhnya aku akan meninggalkan dunia ini. Dan hari ini adalah hariku yang pertama di akhirat, dan hari yang terakhirku di dunia”.
Lalu beliaupun bangkit dan pergi kerumahnya.
Kemudian allah swt mewahyukan kepada malaikat maut : “Turunlah engkau kepada kekasihku dengan rupa yang paling indah, dan perlahanlah dalam mencabut ruhnya. Jika ia mengizinkan engkau masuk, maka masuklah. Dan jika tidak mengizinkan engkau masuk maka jangan masuk, dan pulanglah”.
Malaikat mautpun turun dengan muka seorang badui, katanya : “Assalamu’alaikum, hai penghuni rumah kenabian dan sumber kerasulan. Bolehkah aku masuk?...............”
Fatimah menjawab, seraya berkata : “Hai hamba Allah, sesungguhnya rasulullah sibuk dengan dirinya,”
Kemudian malaikat maut berseru kedua kalinya, seraya berkata : “ assalamu’alaikum hai Rasulullah, hai penghuni rumah kenabian dan sumber kerasulan. Bolehkah aku masuk ?”.................
Suara malaikat maut itupun didengar Rasulullah Saw, maka sabdanya : “Hai fatimah, siapakah dipintu?............”
Jawab fatimah : “Seorang laki-laki badui berseru, lalu aku katakan bahwa Rasulullah Saw sedang sibuk dengan dirinya. Kemudian dia berseru ketiga kalinya, lalu kau katakan seperti itu pula. Maka dia menatap kepadaku benar-benar, sehingga kulitku menggigil , hatiku takut, persendian-persendian ku pun gemetar dan berubah warnaku.”
Rasulullah Saw bersabda : “Tahukah siapa dia wahai fatimah ?................”
“Tidak...........” jawabnya.
Rasulullah Saw bersabda : “Dia adalah pemutus segala kelezatan, pemenggal segala keinginan, pencerai segala perkumpulan-perkumpulan, yang mengosongkan rumah dan meramaikan kubur-kubur.”
Maka Fatimah Ra pun menangis keras seraya berkata : “Oh celaka......................karena kematiannya penutup nabi-nabi. Oh bencana..............................., karena matinya sebaik-baik orang yang takwa dan terputusnya orang-orang yang suci. Alangkah menyesalnya atas terputusnya wahyu dari langit. Sesungguhnya hari ini aku takkan bisa lagi mendengar perkataanmu, dan takkan lagi aku dengar sesudah hari ini salammu.”
Maka berkatalah Rasulullah Saw: “ Janganlah engkau menangis, sesungguhnya engkaulah keluargaku yang pertama-tama menyusul aku.” Kemudian Rasulullah Saw bersabda pula :” Masuklah hai malaikat maut.” Maka diapun masuk, seraya berkata :”Assalamu’alaikum Wahai Rasulullha Saw”........
Jawab Rasulullah Saw :” Wa’alaikum salam hai malaikat maut”. Apakah engkau datang berkunjung, ataukah untuk mencabut nyawa................?”
Jawab malaikat maut :” Aku datang untuk berkunjung dan untuk mencabut nyawa, jika engkau mengizinkan aku, dan jika tidak maka aku akan kembali”
Rasulullah bersabda :” Hai malaikat maut, dimanakah engkau meninggalkan jibril........................?”
Dia menjawab :”Aku tinggalkan dia dilangit terendah, sedang malaikat lain berta’ziah kepadanya.” Dan tak lama kemudian turunlah jibril As, lalu duduk disisi kepala Rasulullah Saw maka berkatalah beliau Saw :” Tidakkah engkau tahu, bahwa perkara ini telah dekat.................?”
“Tentu ya Rasulallah Saw”, jawabnya.
Kabarkan kepadaku, kemuliaan apakah yang aku peroleh disisi Allah Swt..............?
Jawab jibril :” Sesungguhnya pintu-pintu langit telah di buka, dan para malaikta telah berbaris bershaf-shaf menunggu kedatangan ruhmu di langit, sedang pintu-pintu surga telah dibuka, dan bidadari seluruhnya telah berhias menunggu kedatangan ruhmu”.
“Alhamdulillah” kata beliau, kemudian katanya pula :” kabarkanlah kepadaku hai jibril, betapakah nasib umatku dihari kiamat.................?”
Jibril menjawab :” Aku kabarkan kepadamu bahwa Allah Swt telah berfirman : “ Sesungguhnya aku haramkan surga atas nabi-nabi yang lain, sebelum engkau memasukinya, dan aku haramkan atas umat-umat yang lain sebelum umatmu memasukinya.”
Maka berkatalah Rasulullah Saw : “ Sekarang barulah hatiku senang, dan hilanglah kesedihanku”. Kemudian kata beliau Saw : “ Hai malaikat maut, dekatlah kepadaku.” Maka malaikat itupun mendekat dan melaksanakan pencabutan ruhnya. Tatkala pencabutan ruh beliau mencapai pusatnya, Beliau Saw bersabda :” Hai jibril...................alangkah hebatnya kepedihan maut ini.” Maka Jibril pun memalingkan wajahnya dari beliau, sehingga beliau Saw berkata : “Hai jibril........................,apakah engkau tidak suka memandang kepada wajahku................?”
Jawab Jibri :” Wahai kekasih Allah Swt, siapakah yang kuat hatinya memandang kepada wajahmu dalam keadaan sakratul maut....................................?”
Annas bin Malik berkata :
“Ruh nabi Saw sampai kedadanya, sedang beliau bersabda :” Aku wasiatkan kepadamu shalat dan hamba sahayamu. Beliau terus mewasiatkan keduanya hingga terputuslah perkataannya”
Dan Ali Ra mengatakan pula :
“Sesungguhnya Rasulullah Saw, pada nafasnya yang terakhir menggerak-gerakkan bibirnya dua kali. Maka aku pasang telingaku, sehingga aku dapat mendengarnya berkata secara perlahan-lahan : “Umatku-umatku.” Rasulullah Saw meninggal dunia pada harri senin bulan Rabi’ul awal. Andainya dunia bisa kekal untuk seseorang niscaya Rasulullah Saw kekal disana.”
Dan diriwayatkan pula, bahwa Ali Ra telah meletakkan Rasulullah Saw diatas dipan untuk memandikannya, ketika tiba-tiba terdengarlah suatu seruan yang berseru dari sudut rumah dengan suara keras sekali :” Janganlah kalian memandikan Muhammad Saw, karena dia suci lagi mensucikan.”
Maka berpengaruhlah hal itu sedikit dalam diriku,” kata Ali Ra: “Siapakah kamu............? sesungguhnya nabi telah menyuruh kami melakukan hal itu...........!”
Dan tiba-tiba terdengar pula suatu seruan yang lain :” Hai Ali Ra, mandikanlah ia. Karena sesungguhnya seruan yang pertama tadi adalah iblis laknatullah, karena dengki kepada Muhammad Saw, dan bermaksud supaya Muhammad saw masuk kedalam kuburnya tidak dimandikan.”
Maka berkatalah Ali :” Semoga Allah membalas kebaikan kepadamu, karena kamu telah memberitahukan kepada ku, bahwa itu adalah Iblis yang terkutuk. Siapakah anda .......................?
Jawabnnya :” Akulah AlKhadhir . Aku menghadiri jenazah Muhammad Saw.”
Maka dimandikanlah Rasulullah oleh Ali Ra, sedang AlFadhal bin Abbas dan usamah bin zaid mengguyurkan air, sementara jibril As membawakan obat pengawet dari surga. Lalu mereka membungkus Rasulullah dan menguburkannya dikamar Aisyah Ra, pada malam rabu tengah malam, dan adapula yang mengatakan malam selasa.
Sedang Aisyah Ra berdiri diatas kubur Nabi Saw seraya berkata : “Wahai orang yang tak pernah memakai sutra dan tak pernah tidur diatas kasur yang empuk. Wahai orang yang keluar dari dunia, sedang perutnya tak pernah kenyang dengan roti gandum. Wahai orang yang lebih suka tikar dari pada ranjang. Wahai orang yang tak pernah tidur sepanjang malam, karena takut kepada neraka.”













Selasa, 14 Juni 2011

Cinta Siti Zulaikhah kepada Nabi Yusuf AS.

Inilah antara cinta yang paling masyhur termaktub di dalam Al-Quran. Semasa kecil Nabi Yusuf a.s telah dilemparkan ke dalam sumur tua yang ada di tengah padang pasir oleh saudara-saudara kandungnya yang mencemburuinya kerana kasih bapa mereka, Nabi Ya’qub kepada Nabi Yusuf a.s yang melebihi mereka. Nabi Yusuf a.s diketemukan dgn musafir lalu Nabi Yusuf a.s dibawa ke Mesir lalu dilelang. Lalu perdana menteri Mesir membelinya dan memelihara Nabi Yusuf a.s seperti anak kandungnya sendiri. Nabi Yusuf a.s membesar menjadi pemuda yang sangat tampan dan berkeperibadian yang sangat menawan.
Isteri Perdana Mesir adalah wanita yang cantik menawan rupawan, umurnya masih muda untuk berdamping dengan seorang perdana menteri. Namanya Zulaikhah.. Zulaikhah melihat Nabi Yusuf a.s membesar. Bila Nabi Yusuf a.s telah membesar menjadi seorang lelaki Zulaikhah terpesona dengan ketampanan Nabi Yusuf a.s. Zulaikhah cuba menggoda Nabi Yusuf a.s dengan berbagai cara. Namun tidak berhasil. Hinggalah satu masa, Zulaikhah memanggil Nabi Yusuf a.s ke kamarnya dan Zulaikhah mengunci bilik tersebut. Dia cuba menggoda Nabi Yusuf a.s sekali lagi. Namun orang yang telah terpilih sebagai rasul Allah ini sangat mapan imannya.. Allah telah menjaga hatinya dari gelojak nafsu kebanyakan lelaki yaitu wanita. Nabi Yusuf a.s coba melarikan diri, tetapi begitu kuat juga Zulaikhah mengejarnya.. Lalu tertariklah Zulaikhah akan baju yang dipakai Nabi Yusuf a.s sehingga terkoyak. Koyakan itu berlaku pada belakang badan Nabi Yusuf a.s.
Bila pintu terbuka terkejutlah keduanya kerana si perdana menteri telah berdiri di depan pintu. Zulaikhah menuduh Nabi Yusuf mencoba menodainya. Nabi Yusuf a.s mempertahankan kebenarannya yaitu zulaikhah lah yang mencoba menggodanya. Then,adalah seorang dari kaum kerabat mereka member penjelasan. Jika koyakan baju Nabi Yusuf a.s adalah di bahagian depan, yakni dadanya maka Nabi Yusuf a.s yang bersalah, jika koyakan itu di belakang maka Zulaikhah la yang bersalah. Jelaslah siapa yang bersalah. Tapi, oleh sebab perdana menteri ingin menutupi kebejadan isterinya dia meminta Nabi Yusuf tidak menceritakan hal ini kepada orang-orang. Tapi, dinding itu mampu mendengar. Kisah ini tersebar keseluruh pelosok Mesir. banyak yang mencemooh Zulaikhah.
Untuk membela dirinya, Zulaikhah mengadakan majlis dengan memanggil seluruh kaum wanita di Mesir. Mereka diberi makanan yang lazat-lezat. Di penghujung majlis Zulaikhah menghidangkan pada mereka lagi jamuan lalu disertakan dengan pisau. Semasa mereka memotong jamuan itu Zulaikhah meminta Nabi Yusuf a.s untuk keluar menampakkan diri kepada mereka. Ketika Nabi Yusuf a.s keluar, semua wanita yang hadir di majlis itu terpesona sehingga mereka melukai jari tangan mereka dengan pisau tanpa sadar. Lihatlah.. Ini baru pertama kali mereka melihat Nabi Yusuf a.s wajarlah Zulaikhah yang telah lama memandang Nabi Yusuf a.s, tergoda olehnya.

Para pegawai kerajaan Mesir akhirnya memasukkan Nabi Yusuf a.s ke dalam penjara tanpa batas waktu yang ditetapkan. Langkah ini bertujuan untuk menutup skandal isteri perdana menteri. Selama bertahun-tahun Nabi Yusuf a.s tinggal di dalam penjara sehingga Nabi Yusuf a.s berhasil menafsirkan mimpi raja Mesir. Raja Mesir memanggil Nabi Yusuf a.s untuk keluar dari penjara namun ditolak Nabi Yusuf a.s. Nabi Yusuf a.s meminta raja Mesir membesrsihkan namanya terlebih dahulu. Raja Mesir menurutinya. Dan semuanya berjalan lancar.. Nama Nabi Yusuf a.s telah bersih dan diangkat menjadi bendaharawanNegara.
Seiring dgn perkembangan zaman, usia Zulaikhah pun dimakan zaman, kini dia menjadi wanita tua dan papa, matanya rabun dan pendengarannya tidak tajam.

Tapi cintanya pada Nabi Yusuf a.s tidak pernah padam. Zulaikhah pada awalnya adalah seorang penyembah berhala tatkala dia mencoba menggoda Nabi Yusuf a.s. Selepas kejadian itu, dia menghancurkan seluruh berhala-berhalanya. Dia berpindah hati,dia hanya menyembah Allah SWT. Allah sentiasa mendengar rintihan hati Zulaikhah.
Zulaikhah berdoa:”Wahai Allahku, kini tiada lagi harta, kedudukan dan kecantikan yang kumiliki. Diriku hidup sebatang kara, tua, hina, dina dan papa. Engkau uji diriku dengan cinta kepada Yusuf a.s. Maka sambungkan cintaku kepada Yusuf a.s. Jikalau Engkau tidak berkenan mewadahi cintaku dgn Yusuf a.s. Maka ambillah cintaku di hati Yusuf a.s, agar aku tujukan segenap cintaku hanya kepada Engkau semata.”
Para malaikat terharu dan bersimpati dengan Zulaikhah, dan kemudian mereka memohon kepada Allah untuk membantu Zulaikhah. Lalu Allah berkata,”Wahai para malaikat, telah tiba saatnya menolong dirinya.”

Tatkala Nabi Yusuf a.s melalui tempat Zulaikhah tinggal, Zulaikhah memanggilnya. Nabi Yusuf a.s bertanya kepada Zulaikhah kemana perginya harta kekayaanmu? Kecantikanmu? Zulaikhah menjawab,”Semuanya terkubur oleh cintaku kepadamu wahai Yusuf a.s. ”
Lalu Nabi Yusuf a.s bertanya lagi,”Apa yang kau inginkan saat ini Zulaikhah?” Zulaikhah menjawab,”Aku inginkan 3 hal. Kecantikan, harta dan jalinan pernikahan.”
Nabi Yusuf a.s sangat terkejut mendengar permintaan itu lalu bergegas pergi dari situ.
Saat itu, Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Yusuf a.s melalui malaikat Jibril. Wahyu tersebut mengatakan yang Allah telah melamar Zulaikhah untuk Nabi Yusuf a.s. Para malaikat menjadi saksi pertunangan mereka. Nabi Yusuf a.s bertanya kepada malaikat Jibril,”Wahai Jibril, bukankah Zulaikhah sekarang ini tidak cantik lagi? Dia sudah tidak berharta dan tidak muda lagi?” Lalu berkatalah malaikat Jibril,”Allah berkuasa atas apa yang Dia kehendaki.”
Allah kemudian menganugerahkan kepada Zulaikhah kecantikan dan kejelitaan. Dia tampak muda, seperti gadis berusia 17 tahun, bahkan lebih menawan dari Zulaikhah yang pernah cuba menggoda Nabi Yusuf a.s.

Sepak Bola Api Attarmasi

Atturmusie : Ditengah tengah semarak-semaraknya negara eropa mengadakan pertandingan sepak bola antar club-club papan. Pemain-pemain tangguh dunia saling beradu dan mempertontonkan kepiawaian dan kelincahan mereka bermain dan memainkan si kulit bundar hingga menembus gawang musuh.
Olah raga Sepak Bola diperkirakan sudah ada semenjak 2-3 abad SM. Ia berasal dari China. Awalnya, di sana disebut Tsu Chu. Tsu berarti “menendang bola dengan kaki”. Sedangkan Chu artinya “bola dari kulit dan ada isinya”. Selanjutnya, permainan ini menyebar ke seluruh pelosok dunia dan paling digemari banyak orang.
Namun, berbeda dengan Tsu Chu yang bolanya terbuat dari kulit dan di dalam berisi angin, santri-santri Perguruan pondok Tremas pacitan biasa bermain sepak bola yang bolanya terbuat dari kobaran api. Setiap malam tahun baru hijriah Atau yang biasa dikenal dengan malam 1 syuro , santri-santri di Pesantren Tremas, arjosari, Pacitan merayakannya dengan pentas seni sepak bola api.Adapun tradisi permainan bola api ini sudah ada semenjak zamanya al magfurlah KH Hasyim Ihsan.Dengan tujuan memeriahkan tahun baru hijriyah dan memberikan semangat santri agar suka melakukan riyadhoh.
Sepak bola api sebetulnya tidak jauh berbeda dengan sepak bola pada umumnya. Hanya saja, bolanya terbuat dari buah kelapa yang sudah kering, kemudian dikuliti lapisan luarnya. Setelah itu, di rendam di minyak tanah selama beberapa minggu. Pada saat akan dimainkan, bolanya dibakar dan di mainkan laksana menendang bola umumnya pemain bola.
Berbeda dengan sepak bola biasa, sepak bola api tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, keberanian, kecerdikan, kepiawaian serta ketangkasan dalam memainkan bola, melainkan harus dibekali ketangguhan psikis dan kekuatan spiritual. Sebelum bermain, para santri harus melewati “ritual khusus” agar tahan panas dan tidak mempan api.
Mereka harus berpuasa mutih selama 7 atau 21 hari dan di akhiri dengan merendam diri di air sungai,dan tentunya juga mengamalkan aurad-aurad (wiridan/bacaan) tertentu, yang dibaca di waktu-waktu khusus, serta menghindari makanan-makanan yang dimasak dengan api (bila al-nar), mengandung unsur nyawa (bila al-ruh), dan biasanya diakhiri dengan “matigeni” (puasa satu hari satu malam tanpa tidur).
Setelah melewati ”ritual” tersebut, para santri memiliki kekuatan tahan panas dan tidak mempan api, sehingga dengan leluasa menendang, memegang, bahkan menyundul bola api tanpa merasakan panas, gosong, apalagi terbakar. Seolah-olah api itu sudah “ditundukkan” dan “dijinakkan” sehingga tidak lagi berbahaya, malah dijadikan tontonan dan permainan.
Permainan bola api tersebut seakan telah membalik ketentuan dan keteraturan hukum alam. Api yang seharusnya panas dan membakar, tidak lagi tunduk dan patuh pada asal kejadiannya.
Bukan tontonan tapi tuntunan
Suatu ketika sebuah stasiun televisi swasta melakukan liputan khusus pertandingan sepak bola api untuk ditayangkan pada program khusus di televisi tersebut. Di tengah-tengah permainan, tiba-tiba host acara tersebut yang kebetulan orang Bule meminta ikut pertandingan. Tanpa puasa dan tanpa melewati ritual khusus, si Bule berbaur mengikuti pertandingan sampai selesai. Ternyata, ia tidak gosong juga tidak terbakar. Mengapa?
Memang, permainan sepak bola api bukanlah satu-satunya tradisi milik santri di Pesantren Tremas Pacitan, melainkan di daerah-daerah lain di Indonesia juga mempunyai tradisi yang sama. Bahkan, di daerah tertentu, bola api dimainkan oleh anak-anak kecil. Namun, rata-rata menggunakan trik dan kecepatan kaki sehingga tidak panas dan tidak sampai terbakar.
Dengan demikian, kalau hanya sekadar tontonan dan hiburan, bola api bisa dimainkan oleh siapapun, kapanpun, dan dimanapun. Sebagaimana ketika pemodal (media massa) mengambil alih tradisi ini sebagai sebuah komoditas yang diproduksi, direproduksi secara massal, ia tidak lagi memiliki makna apa-apa selain sebuah “pertunjukan” yang berorientasi materi.
Tetapi, bagi santri-santri di Pesantren Tremas pacitan, sepak bola api bukanlah sekadar tontonan yang menghibur, melainkan mengandung sebuah tuntunan, pesan dan dakwah. Untuk memainkan permainan langka ini, para santri harus melakukan latihan spiritual (riadloh), seperti puasa dan menghindari makanan-makanan tertentu.
Dalam diri setiap manusia terdapat unsur (anasir) api. Api adalah nafsu yang membakar, menghuni, sekaligus menguasai setiap manusia. Orang yang membiarkan dirinya terbakar oleh nafsu, maka seluruh sikap, prilaku, dan tindakan akan berpotensi merusak. Sehingga, timbulah kekacauan (chaos), kerusakan, ketidakstabilan, dan disharmoni.
Oleh karena itu, agar hidup manusia tidak didikte dan dikendalikan oleh nafsu, maka ia harus dijinakkan dengan cara berpuasa dan melakukan keselarasan dan keseimbangan (harmoni) dengan alam (pantangan memakan makanan yang mengandung unsur nyawa dan dimasak dengan api). Dengan ini, terjadilah keseimbangan, keselarasan, dan keharmonisan hidup dan kehidupan.
Bola api, bagi santri-santri Pondok Tremas Pacitan, adalah semacam ritual olah batin atau latihan spiritual yang tujuannya untuk mendekatkan diri dengan sedekat-dekatnya kepada Tuhan, sekaligus menunjukkan kekuasaan-Nya yang tidak terbatas, yang dikemas dalam bentuk olah raga dan hiburan.
Itulah tradisi santri-santri tremas, semoga ada hikmahnya Ami...n.

Kamis, 02 Juni 2011

WAKTU YANG TEPAT UNTUK BERBULAN MADU SECARA ISLAMI

Syekh Ibnu yamun mengisyaratkan hal-hal yang utama untuk berbulan madu,baik hari maupun waktunya, dalam nadzam-nya yang berbahar rajaz berikut ini :
Yang artinya :”Utamakan berbulan madu pada awal bulan, semua hari diutamakan, katakanlah hari Minggu (lebih utama)”.
Syekh penadzam menerangkan, bahwa berbulan madu pada awal bulan lebih utama dari pada akhir bulan, karena adanya ssesuatu yang diharapkan pada kemuliaan anak yang bakal terlahir saat bertambahnya bulan.
Demikian pula menanam tanaman sebaiknya dilakukan pada awal bulan, karena tanaman itu akan bisa berbuah lebih banyak dari pada kalau ditanam pada akhir bulan. Sebagaimana yang dikatakan oleh imam Qazwani, bahwa berbulan madu itu sunah dilakukan pada bulan syawal, karena ada hadist dari Aisyah RA. Yang telah di sebutkan di bagian terdahulu.
Syekh penadzam juga menerangkan, bahwa berbulan madu pada hari minggu adalah lebih utama dari pada hari-hari yang lainnya. Karena ada keterangan yang diriwayatkan oleh sahabat Ali karramallahu wajhah, bahwa Allah Swt memulai menciptakan langit dan bumi pada hari minggu.Ketika ditanya tentang hari minggu, Rasulullah Saw menjawab, bahwa hari minggu adalah hari menanam tanaman dan meramaikan.Sebab, Allah swt memulai menciptakan dunia dan meramaikannya yaitu pada hari minggu.
Akan tetapi pendapat yang lebih umum dan shahih adalah Allah Swt memulai menciptakan alam pada hari sabtu. Bahkan didalam kitab Ar-raudhul Anfi Imam Suhail mengemukakan bahwa nadi tidak pernah mengatakan : “ Sesungguhnya Allah Swt mulai menciptakan alam pada hari minggu.”
Dua Faedah
Pertama, Hadist yang diriwayatkan oleh sahabat Alqamah bin Shafwan, dari Ahmad bin yahya secara marfu’, bahwa nabi Saw, bersabda : “jauhilah 12 hari ddalam setahun, karena hari-hari itu dapat menghilangkan beberapa harta dan menyingkap tabir cela seseorang. Kami bertanya: “ya rasulallah, manakah kedua belas hari itu ?” nabi menjawab,” yakni :
1. Tanggal 12 muharam
2. Tanggal 10 Shafar
3. Tanggal 4 Rabi’ul Awal
4. Tanggal 14 Rabi’uts Tsani
5. Tanggal 18 Jumadil Ula
6. Tanggal 18 Jumadits Tsaniayah
7. Tanggal 12 Rajab
8. Tanggal 26 Sya’ban
9. Tanggal 24 Ramadhan
10. Tanggal 2 Syawal
11. Tanggal 18 Dzulkaidah
12. Tanggal 8 Dzulhijjah
Kedua, Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dari Ibnu Abbas RA. Sacara marfu’: “Hari sabtu adalah hari tipu daya muslihat. Hari Minggu adalah hari untuk menanam dan membangun (berbulan madu). Hari Senin adalah hari untuk bepergian dan mencari rezeki. Hari Selasa adalah hari unyuk perang dan datangnya mara bahaya. Hari Rabu adalah hari untuk pengambilan dan pemberian. Hari kamis adalah hari untuk mencari kebutuhan dan menghadap raja. Hari jum’at adalah hari untuk melamar dan menikah”.
Semoga menjadi pedoman dalam membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah wa rahmah dan mendapatkan ridloNya Amin.
Kutipan dari Kitab Kurratul ‘uyun Bisyarhi nazhmi Ibni Yaamun

By Insanul Faqir

TIPS MEMILIH ISTRI

Dalam setiap pernikahan ada beberapa hal yang harus diperhatikan,
diantaranya

adalah :
1. apa yang pada suami harus seimbang dengan apa yang ada pada istri,
sebagaimana sabda Nabi SAW:
“Nikah itu ibarat budak (hamba), maka salah seorang diantara kamu sebaiknya melihat dimana ia harus meletakkan kemuliannya.Maka jangan menikahkannya,kecuali dengan laki-laki yang seimbang.”
Maksudnya adalah seimbang atau hampir seimbang. Adapun hal-hal yang hrus seimbang menurut pendapat para ulama’ meliputi :
a. Agama
b. Nasab
c. Bentuk tubuhnya
d. Kekayaan
e. Dan pekerjaan

Seoarng suami dalam melakukan pernikahan hendaknya dengan niat mengikuti sunnah Rasul, memper banyak umat Nabi SAW, lalu berbuat baik dalam memimpin, mengarahkan istrinya,menjaga agama, dan mengharapkan keturunan (anak) shaleh yang dapat mendo’akannya. Nabi SAW bersabda :
“Sesungguhnya setiap amal itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya bagi setiap orang menurut apa yang di niatkannya”.

Sedang hal-hal yang harus di perhatikan pada diri istri adalah tidak adanya suatu yang mencegah nikah atau masih dalam keada’an ‘iddah dari suami terdahulu, mengerti dalam makna yang terkandung dalam dua kalimat Syahadah, dan memeluk agama islam.
Rasulullah Saw bersabda :
“Seorang wanita itu di nikahi karena harta, kecantikan, nasab, dan agamanya, maka hendaklah kamu kawin dengan wanita karena agamanya, agar kamu bahagia.”

Nabi Saw bersabda :
“Barang siapa kawin dengan wanita karena harta dan kecantikannya,maka harta dan kecantikan wanita itu akan ditutup oleh Allah Swt. Dan barang siapa kawin denagn wanita karena agamanya,maka Allah Swt akan memberi rizkii pada harta dan kecantikannya itu.”

Nabi Saw bersabda :
“Janganlah kamu kawin dengan wanita karena kecantikannya, besar kemungkinan karena kecantikannya ia akan jatuh kelembah kehinaan. Dan janganlah kawin dengan wanita karena hartanya, besar kemungkinan karena hartanya ia akan berbuat lacur (serong).”




2. Dan hendaklah kamu kawin dengan wanita yang baik budi pekertinya,

Nabi Saw bersabda :
“Mohonlah perlindungan kepada Allah Swt. Dari perkara yang di benci. Di tanyakan, ‘apakah perkara yang dibenci itu, ya Rasulullah ?’ Beliau menjawab : ‘Perkara yang dibenci itu adalah :
a.Pemimpin yang menyeleweng, yang mengambil dan menghalangi hak mu
b.Tetangga yang jelek, yang kedua matanya melihatmu sementara hatinya mengekangmu. Jika melihat kebaikan, dia mengejamkan matanya dan mengincarnya, sedangkan bila melihat kejelekan, dis berusaha untuk menampakkannya
c.Wanita yang menumbuhkan ubansebelum waktunya.”
3. Wanita yang diikahi hendaklah tidak mandul,
karena nabi Saw bersabda :
“Kawinlah kalian dengan wanita yang penuh rasa kasih sayang dan mampu melahirkan anak yang banyak, karena sesungguhnya aku akan membangggakan banyak nya jumlah kalian dihadapan umat lain. Dan janganlah kamu kawin dengan wanita tua dan mandul. Karena sesungguhnya anak-anak muslim berada dibawah bayang-bayang Arasy. Mereka dikumpulkan oleh bapaknya, yaitu nabi Ibrahim AS, kekasih Allah Swt. Mereka memohon ampunan buat ayah-ayah mereka.”
4. Wanita yang dinikahi hendaknya masih perawan ,
Rosulullah Saw bersabda :
“Hendaklah kalian kawin dengan wanita yang masih perawan.Karena mereka lebih bersih mulutnya, lebih menghadap rahimnya (lebih subur masa birahinya) dan lebih bagus budi pekertinya.”
5. Wanita yang dinikahi adalah orangn lain (tidak ada hubungan keluarga),
Rosulullah Saw bersabda :
“ Jangan kalian kawin dengan wanita yang masih ada hubungan keluarga.Karena anak yang dilahirkan akan kurus.”
Anak yang lahir kurus karena lemahnya syahwat. Berbeda kalau istri tidak berasal dari keluarga sendiri. Sebab, wanita yang masih kerabat hanya mampu sebatas membangkitkan kekuatan rasa untuk membangkitkan syahwat saja. Namun apabila dipandang dari segi kehidupan dan keharmonisan, maka kawin dengan wanita kerabat sendiri adalah paling utama. Sebab, wanita yang masih ada hubungan kerabat jarang sekali menghianati suaminya. Dia selalu sabar jika suaminya selalu menyakiti hatinya, tidak mencela suaminya, tidak mudah tertarik pada laki-laki lain, dan rasa cemburu kekerabatan yang dada pada diri wanita terhadap suaminya tertanam melebihi rasa cemburunya yang bersifat perjodohan. Sifat-sifat tersebut diatas sulit ditemukan pada wanita yang bukan kerabat, lebih-lebih jika wanita yang masih kerabat itu wajahnya cantik, karena hal itu akan mendatangkan kerukunan dan kedamaian.
Uraian diatas kiranya cukup sebagai bekal untuk memasuki jenjang perkawinan. Hanya Allah lah Dzat yang menguasai taufik dan hidayah.
Semoga ini ada manfaatnya bagi kita semua,Barakallahu fiinaa Amin yaRabbal Alamiin.
Kutipan dari Kitab Kurratul ‘uyuun bi syarhi nazhmil ibni Yaamun
By Insan el-Faqir min Rahmatillah

HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN SAAT HENDAK MENGULANGI SENGGAMA



Syekh pe-nazham menuturkan dalam nazhamnya :
“Membasuh zakar itu disunahkan, apabila senggama kedua akan di langsungkan”.

Didalam bait tersebut Syekh pe-nazham menjelaskan, bahwa disunahkan bagi suami yang ingin mengulang kembali senggama untuk membasuh (mencuci) zakarnya, karena hal itu dapat menyegarkan tubuh, dan hal itu juga di lakukan oleh Nabi saw.
                Pengarang kitab Al-Mukhtashar berkata, “sunahnya membasuh zakar tersebut berlaku secara umum, baik hendak mengulangi senggama lagi ataupun tidak”. Pendapat ini juga dipegangi oleh Imam Ibnu Yunus. Tetapi menurut sebagian ulama’, sunahnya membasuh zakar itu hanya khusus untuk mereka yang hendak mengulangi senggama.
                Adapun membasuh zakar setelah bersenggama dengan istri yang pertama dan hendak ingin mengulanginya dengan istri yang lain hukumnya wajib. Hal itu dimaksudkan agar najis yang pertama tidak masuk kedalam vagina istri yang kedua. Sementara membasuh vagina tidak di sunahkan, karena menurut pendapat imam Abu Hasan hal itu dapat mengendorkan vagina.
                Selanjutnya Syekh pe-nazham menuturkan dalam nazhamnya :

“Setiap air yang dingin, wahai kawan, setelah senggama,
 jangan di minum setelah melakukan senggama.”
“Demikian pula wahai kawan, setelah senggama,
 zakar jangan di basuh dengan air yang dingin.”

                Syekh pe-nazham menjelaskan, bahwa setelah bersenggama tidak boleh minum air dingin dan membasuh zakarnya dengan air dingin karena bisa membahayakan.
                Pengarang kitab Al-Idhah mengatakan, bahwa setelah senggama hendaklah tidak membasuh zakarnya dengan air dingin, sebelum zakar benar-benar dingin atau lemas. Untuk itu hendaknya menunggu beberapa saat.
                Syekh pe-nazham melanjutkan nazhamnya sebagai berikut :

“Tidur istri seusai senggama, wahai pemuda,
Adalah dengan lambung kanan, pahamilah keterangan ini”.
“Cara tidur seperti itu menyebabkan anak yang terlahir laki-laki,
Kebalikan apa yang saya katakan , anak yang terlahir wanita”.

                Penyusun kitab An-Nashihah mengatakan, bahwa jika suami menghendaki agar anak yang lahir laki-laki, maka setelah senggama hendaklah suami meminta istrinya supaya tidur miring kekanan. Apabila menghendaki anak perempuan, maka sebaliknya. Apabila tidurnya hanya untuk istirahat, maka hendaknya tidur dalam posisi telentang.
                Imam Ibnu Ardhun menuturkan, bahwa pengarang kitab AI- Idhah berpendapat : “Apabila suami merasa akan mengalami ejakuasi, maka hendaknya dapat mengubah posisi tubuhnya agak condong kekanan, demikian pula ketika mencabut zakarnya. Insya Allah anak yang akan lahir laki-laki”.
                Dikatakan, bahwa barang siapa menginginkan anak laki-laki, maka hendaklah memberi nama Muhammad terhadap kandungan istrinya.
                Selanjutnya Syekh pe-nazam menuturkan dalam nazamnya :

“Kemudian orang yang bermimpi keluar mani, wahai pemuda;
Secara rinci hukumnya yang benar telah ditetapkan.”
“Apabila mimpi hal-hal yang mubah, itu merupakan penghormatan;
Jika sebaliknya, itu pertanda penyiksaan”.
“Apabila sama sekali tak tergambarkan;
Patutlah jika mimpi itu merupakan kenikmatan”.

                Syekh pe-nazam mengingatkan melalui bait-bait tersebut, bahwa sesungguhnya mimpi itu ada tiga macam :
1.       Karamah
2.       Uqubah
3.       Nikmah

Pengarang kitab An-Nashihah menuturkan, bahwa adakalanya mimpi junub itu merupakan :
1.       Uqubah (siksaan). Yaitu impian yang tergambarkan didalam mimpi itu, merupakan perbuatan yang di haramkan. Mimpi tersebut merupakan siksaan karena mimpi itu tidak akan terjadi, kecuali dari orang yang meremehkan agama  dengan melihat atau membayangkan hal-hal yang tidak halal. Mimpi itu juga merupakan sebuah penghinaan setan terhadap oarang yang mimpi itu.
2.       Nikmah (kenikmatan). Yaitu mimpi yang didalamnya tidak tergambarkan kotoran apapun melebihi kotoran yang ada pada tubuh manusia. Sementara menolak kematanmgan sperma dapat menarik syahwat. Selain itu juga dapat menjadikan sebab teraihnya pahala mandi jinabat.
3.       Karamah (penghormatan). Yaitu suatu mimpi yang di dalamnya tergambarkan apa yang di izinkan syara’. Karena didalam mimpi itu terdapat kenikmatan tanpa da penyiksaan, mak secara mutlak, Karamah lebih utama dari pada kenikmatan.

Faedah

                Imam Tafjaruni mengatakan, bahwa bagi orang-orang yang menghawatirkan (takut) dirinya mimpi keluar mani, maka ketika akan tidur maka hendaklah ia membaca do’a berikut ini :

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari mimpi keluar mani, dan aku berlindung kepada-Mu dari permainan syetan atas diriku dikala terjaga dan tertidur.”

                Do’a tersebut dibaca sebanyak tiga kali dan ditambah dengan membaca ayat kursi dan ayat terakhir dari surat Al-Baqarah.




Semoga bermanfa’at bagi kita semua Amin.



Kutipan dari Kitab Kurratul ‘uyuun bisyarhi nazmi Ibni Yaamun.



By Insanul faqir
                 

Visit the Site
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger templates